Saat menabung, nasabah akan diberikan dua pilihan oleh pihak bank yaitu tabungan dan deposito. Meski terdengar sama, namun ada banyak perbedaan tabungan dan deposito yang perlu diketahui. Pembaca harus dapat membedakan kedua pilihan tersebut sesuai dengan tujuan pembaca.

Pada umumnya, menabung merupakan kegiatan yang sudah dilakukan sejak dini, yaitu mengumpulkan uang untuk digunakan di lain hari. Meski keduanya memiliki arti yang sama, namun ada kelebihan dan kekurangan yang membedakan kedua hal tersebut. Berikut macam-macam perbedaan tabungan dengan deposito:

1. Tujuan Dari Tabungan dan Deposito

Meski sama-sama menyimpan uang, perbedaan tabungan dan deposito ada pada tujuannya. Seperti yang dijelaskan di atas, tabungan dilakukan untuk mengumpulkan uang untuk digunakan lain waktu atau dalam keadaan yang mendesak.

Berbeda dengan tabungan, deposito merupakan tabungan dalam bentuk investasi. Dengan melakukan deposito, nasabah akan mendapatkan keuntungan yang diberikan oleh pihak bank sebagai bentuk terima kasih. Setiap bank akan memiliki keuntungan yang berbeda-beda.

2. Jumlah Setoran Yang Diperbolehkan

Perbedaan yang cukup signifikan di antara tabungan dan deposito, terletak pada jumlah minimal uang yang diperbolehkan untuk disimpan. Jika memilih opsi tabungan, biasanya minimal uang yang pembaca dapat setor yaitu sekitar Rp50.000,- hingga Rp150.000,-.

Sedangkan jika memilih deposito, biasanya minimal uang yang disetor cukup besar. Persyaratan minimal uang setoran pun tergantung dari bank yang dipilih oleh nasabah. Menurut berbagai sumber, rata-rata nominal uang setoran pada beberapa bank yakni berkisar Rp10.000.000,-.

3. Suku Bunga Yang Ditetapkan

Dalam konteks ini, suku bunga yang disebutkan berupa suku bunga yang diberikan sebagai imbalan dari bank bagi nasabahnya. Secara umum, suku bunga deposito jelas lebih besar bila dibandingkan dengan suku bunga tabungan. Ini yang membuat deposito dianggap sebagai investasi.

Dilansir dari Bank Indonesia, suku bunga tabungan memiliki nominal yang sangat kecil yakni dibawah 1%. Sedangkan suku bunga deposito memiliki nominal yang menjanjikan, yaitu 5% ke atas tergantung dari nominal uang yang diberikan.

4. Jangka Waktu Dalam Penarikan Uang

Perbedaan tabungan dan deposito selanjutnya, ada pada jangka waktu penarikan uang. Meski memiliki keuntungan yang lebih sedikit, uang yang berada pada tabungan dapat ditarik kapan saja sesuai keinginan nasabahnya. Tidak ada denda yang diberlakukan saat penarikan.

Berbeda dengan tabungan, nasabah tidak boleh menarik uang dari deposito dengan sembarangan. Hal ini karena ada jangka waktu penarikan deposito yang ditentukan. Jika pembaca ingin menarik karena sebelum waktu yang diperbolehkan, maka pembaca akan dikenakan denda atau penalti.

5. Bukti Yang Diberikan Dari Pihak Bank

Setelah melakukan tabungan atau deposito, nasabah akan diberikan bukti dari pihak bank. Jika pembaca memutuskan untuk menyimpan tabungan, maka bank akan memberikan bukti berupa buku tabungan. Pembaca juga akan mendapatkan kartu ATM atau kartu debit.

Jika pembaca memutuskan untuk menyimpan uang melalui deposito, maka bank akan memberikan bukti berupa bilyet deposito. Jika pembaca melakukan deposito secara online, maka bank mungkin akan memberikan bilyet deposito dalam bentuk digital.

6. Kemudahan Dalam Menarik Uang

Dalam menarik uang, tabungan dan deposito memiliki fleksibilitas yang berbeda. Jika pembaca memiliki tabungan, uang dalam tabungan dapat ditarik kapanpun dan dimanapun mesin ATM berada.

Hal ini tentu berbeda dengan deposito. Anggap saja jika pembaca telah melewati masa jatuh tempo deposito, maka pembaca perlu mengunjungi kantor bank terdekat untuk melakukan penarikan. Proses yang diberlakukan juga lebih rumit dibandingkan tabungan.

Sekian perbedaan tabungan dan deposito yang pembaca perlu ketahui sebelum menyimpan uang di bank. Jika dilihat, tabungan dan deposito memiliki masing-masing keuntungan dan kelebihan. Semua tergantung sesuai dengan apa yang saat ini pembaca ingin pakai sebagai metode penyimpanan uang.

Share.