Saat baru memulai terjun ke dunia investasi, terkadang investor kebingungan untuk memilih produk investasi dari banyaknya pilihan. Bahkan ada yang menganggap bahwa tak ada beda saham dan reksadana, padahal keduanya cukup berbeda.

Terdapat beberapa indikator yang dapat menjadi acuan pembeda saham dan investasi. Jadi sebelum memilih antara keduanya pahami dengan baik perbedaannya dan silahkan cermati informasinya di bawah ini:

1. Pengelola Saham

Dana saham dikelola oleh investor langsung, jadi harus ada waktu yang diluangkan untuk memantau pergerakan saham. Teknik bermain saham juga harus dipahami betul agar profit lebih maksimal. Walau begitu, investor masih tetap bisa meminta nasihat para pialang untuk bermain saham.

Sementara dana reksadana dikelola manajer investasi, jadi beda saham dan reksadana sangat terasa dalam hal ini. Investor hanya tinggal memantau bagaimana portofolio investasi dikelola secara bijaksana oleh manajer investasi.

2. Tingkat Risiko

Karena pengelolaan dana dilakukan secara mandiri maka tentunya risiko saham lebih tinggi dari reksadana. Terlebih bagi para pemula sebab segala keputusan harus diambil sendiri tanpa campur tangan profesional.

Tingkat risiko reksadana menjadi lebih rendah karena dana dari para investor dikelola oleh manajer investasi. Jadi investor tidak lagi perlu khawatir karena dana yang diinvestasikannya berada di tangan profesional yang telah mempunyai banyak pengalaman.

3. Minimum Investasi

Untuk berinvestasi saham, investor perlu menyiapkan dana yang cenderung lebih banyak daripada reksadana. Dana untuk membuka rekening saja kurang lebih membutuhkan sekitar 5 juta rupiah.

Padahal investasi di reksadana bisa dilakukan hanya dengan dana 100 ribu rupiah atau bahkan hanya sebesar 10 ribu rupiah saja. Jadi beda saham dan reksadana ini bisa menjadi jawaban bagi calon investor yang tak memiliki terlalu banyak dana.

4. Return

Meski tingkat risikonya yang tinggi, return saham juga bisa tinggi bila investor dapat bermain dengan baik. Bagi investor lama biasanya akan memilih saham karena dapat mengatur secara mandiri dananya. Misal kapan waktu beli dan jual saham agar mendapat profit maksimal.

Dalam berinvestasi di reksadana, investor harus membayar fee untuk manajer investasi yang mengelola dana. Disamping itu, penarikan dana juga akan dikenakan potongan. Jadi return reksadana tidak bisa dinikmati sendiri selayaknya saham.

5. Pencairan Dana

Saham yang dicairkan tidak membutuhkan waktu yang lama hingga dana masuk ke rekening investor. Alasannya karena saham dikelola langsung oleh investor dan bukan dari pihak ketiga.

Sedangkan investor reksadana harus bersabar karena proses pencairan dana membutuhkan waktu yang cukup lama. Adanya manajer investasi atau agen pengelola membuat proses pencairan berjalan sekitar lima hari sampai seminggu.

6. Pajak

Bagi para investor saham, pajak yang dikenakan adalah sebesar 0,1 persen diambil dari nilai penjualan saham. Investor juga akan dikenakan pajak sebesar 10 persen bila ternyata ada dividen dari perusahaan.

Lain dengan reksadana yang menjadi produk investasi bebas pajak atau tidak dikenakan pajak. Namun investor masih tetap harus melakukan laporan keuntungan reksadana ke dalam SPT tahunan.

7. Kebebasan Memilih Produk

Hal terakhir yang menjadi beda saham dan reksadana adalah sifat keleluasaannya dalam memilih produk. Bagi investor saham kebebasan ini sangat dirasakan karena dana yang diinvestasikan akan dikelolanya sendiri.

Sementara pada reksadana, dana yang diinvestasikan ke perusahaan asset management sudah menjadi tanggung jawab perusahaan tersebut. Oleh karenanya, investor tak bisa mendapat andil dalam pemilihan produk.

Itu dia ketujuh beda saham dan reksadana yang bisa dijadikan bahan pertimbangan ketika hendak memulai berinvestasi. Selain mempertimbangkan kedua produk investasi tersebut, investor juga harus pintar memilih perusahaan tempat berinvestasi.

Share.